#MulaiBicara: Model Pengabdian Berbasis Komunitas Digital Untuk Membangun Ruang Aman Dan Edukatif Bagi Remaja
Abstract
Abstrak: Paper ini membahas strategi pembangunan komunitas digital melalui kampanye sosial “#MulaiBicara” sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap isu kekerasan seksual. Komunitas ini dibangun dengan pendekatan partisipatif dan edukatif untuk mendorong keberanian bersuara di kalangan remaja dan masyarakat umum. Melalui kegiatan seperti workshop edukasi di sekolah, booth interaktif di ruang publik, serta konten digital yang humanis dan informatif, “#MulaiBicara” berhasil menciptakan ruang aman untuk berbagi pengalaman dan membangun solidaritas. Kegiatan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis konten media sosial dan observasi partisipatif terhadap aktivitas kampanye. Hasilnya menunjukkan bahwa komunitas digital yang dibangun secara kolaboratif mampu memecah kebisuan, menggeser stigma terhadap penyintas, dan memperluas jangkauan edukasi berbasis nilai inklusivitas dan keberanian. Paper ini merekomendasikan penguatan sinergi antara institusi pendidikan, organisasi advokasi, dan platform digital untuk menciptakan ekosistem komunikasi yang mendukung pencegahan kekerasan seksual secara berkelanjutan.
Kata Kunci: Digital; Komunitas; Kekerasan Seksual; Literasi Digital; Penyintas.
Abstract: This paper explores strategies for building a digital community through the social campaign “#MulaiBicara” as an effort to raise public awareness about sexual violence. The community was developed using participatory and educational approaches to encourage young people and the general public to speak out. Through activities such as educational workshops in schools, interactive booths in public spaces, and digital content that is both human-centered and informative, “#MulaiBicara” successfully created a safe space for sharing experiences and fostering solidarity. The initiative employed a descriptive qualitative approach, combining social media content analysis with participatory observation of campaign activities. Findings indicate that a collaboratively built digital community can break the silence, challenge stigma against survivors, and expand the reach of education grounded in values of inclusivity and courage. The paper recommends strengthening synergy between educational institutions, advocacy organizations, and digital platforms to create a communication ecosystem that sustainably supports the prevention of sexual violence.
Keywords: Community; Digital; Digital Literacy; Sexual Violence; Survivors