Pelatihan Desain Rekonstruksi, Transformasi Tekstil, dan Pemasaran Digital Bagi Masyarakat Umum dan Ibu-Ibu PKK Kelurahan Srengseng Sawah
Abstract
Abstrak: Kelurahan Srengseng Sawah, Jakarta, memiliki identitas kuat sebagai pusat wisata budaya, terutama melalui Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. Potensi ekonomi didukung oleh beragam UMKM bidang kuliner, pertanian, tanaman hias dan perkebunan yang menandakan ekosistem ekonomi lokal yang dinamis dengan peluang diversifikasi dan pertumbuhan yang substansial. Namun, terdapat tantangan signifikan terkait dampak industri fesyen modern dan pengelolaan limbah tekstil rumah tangga. Selain itu, kendala akses pasar menjadi tantangan besar meskipun memiliki potensi menciptakan produk kerajinan. Pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi masalah limbah tekstil dan kesenjangan akses pasar digital. Metode: Tahap Persiapan dan Sosialisasi, Tahap Pelaksanaan, Tahap Monitoring dan Evaluasi, Tahap Analisis dan Pelaporan. Hasil: Kegiatan pelatihan ini menggunakan Teknik Sashiko dengan pemanfaatan kain perca menggunakan Teknik patchwork. Pelatihan ini sebagai upaya untuk mengembangkan dan meningkatkan keterampilan dalam desain rekonstruksi, transformasi tekstil dan pemanfaatan media yang ada untuk optimasi pemasaran digital melalui media sosial khususnya Instagram. Seluruh peserta antusias mengikuti kegiatan pelatihan ini dan dapat menyelesaikan produk sampai selesai sesuai output.
Kata Kunci : Digital Marketing; Limbah Tekstil Rumah Tangga; Sashiko; UMKM,
Abstract: Kelurahan Srengseng Sawah, located in South Jakarta, is known for its rich cultural heritage, particularly through the Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, which serves as a hub for cultural tourism. The area supports a dynamic creative economy driven by Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the sectors of culinary arts, fashion, ornamental plants, and handicrafts. Despite this potential, the community faces significant challenges, including the environmental impact of textile waste, poor household waste management, and limited access to digital markets. This community engagement initiative addresses these issues by empowering local residents through skill development and sustainable practices. Training activities incorporate the Sashiko embroidery technique and cooperative Patchwork learning to transform textile waste into valuable craft products. Additionally, the program emphasizes digital marketing, particularly via Instagram, to enhance market reach. The initiative aims to foster economic sustainability, promote environmental awareness, and strengthen cultural identity by integrating traditional craftsmanship with modern digital strategies.
Keywords: Community Empowerment; Cultural Heritage; Digital Marketing; Msmes; Sashiko; Textile Waste