Penerapan Teknologi Tepat Guna: Mesin Sterilisasi untuk Optimalisasi Produk Tepung Talas UMKM Rumah Beneng Banten

Authors

  • Septia Ardiani Author
  • Handika Dany Rahmayanti Author
  • Nurul Akmalia Author

Abstract

Abstrak: UMKM Rumah Beneng di Pandeglang, Banten, yang memproduksi tepung talas beneng, menghadapi kendala serius pada proses sterilisasi akibat ketergantungan pada metode penjemuran tradisional. Proses tersebut menyebabkan tingginya tingkat kontaminasi mikroba (Total Plate Count/TPC), menurunkan umur simpan, serta menghasilkan mutu produk yang tidak konsisten. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan transfer teknologi tepat guna berupa mesin sterilisasi ultraviolet (UV), melatih mitra dalam pengoperasian dan perawatan alat, serta meningkatkan mutu mikrobiologis dan daya saing produk tepung talas. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, workshop operasional dan pemeliharaan mesin, pendampingan teknis langsung, serta pengujian kualitas produk. Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari pengelola UMKM dan petani chips talas terlibat aktif dalam kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan keterampilan mitra hingga 90% dalam pengoperasian dan perawatan mesin, serta penurunan angka TPC rata-rata sebesar 73,2% setelah penerapan teknologi UV-C dengan panjang gelombang 254 nm. Selain itu, inovasi kemasan ritel ukuran 500 gram dan 1 kilogram yang dikembangkan dalam kegiatan ini berhasil meningkatkan penjualan hingga 25% serta memperluas akses pasar. Dengan demikian, penerapan teknologi sterilisasi UV terbukti efektif dalam meningkatkan keamanan pangan, memperpanjang umur simpan, dan memperkuat daya saing produk tepung talas beneng di pasar lokal maupun digital.

Kata Kunci: teknologi tepat guna; sterilisasi UV; tepung talas; UMKM; keamanan pangan.

Abstract:  The Rumah Beneng Micro, Small, and Medium Enterprise (MSME) in Pandeglang, Banten, which produces talas beneng flour, faces major challenges in the sterilization process due to reliance on traditional sun-drying methods. This method leads to high microbial contamination (Total Plate Count/TPC), short shelf life, and inconsistent product quality. This community service program aimed to transfer appropriate technology through the implementation of an ultraviolet (UV) sterilization machine, provide training on its operation and maintenance, and improve the microbiological quality and competitiveness of talas beneng flour products. The program was conducted through socialization, workshops, technical mentoring, and product quality testing, involving 30 participants consisting of MSME managers and local talas chip farmers. The results showed a 90% increase in participants’ skills in operating and maintaining the machine, as well as a reduction of TPC levels by an average of 73.2% after the application of UV-C technology (254 nm wavelength). In addition, product differentiation through the development of retail packaging (500 g and 1 kg ziplock pouches) successfully increased sales by 25% and expanded market access. In conclusion, the application of UV sterilization technology effectively improved food safety, extended product shelf life, and strengthened the market competitiveness of talas beneng flour in both local and online markets.

Keywords: appropriate technology; ultraviolet sterilization; taro flour; food safety; SME competitiveness

Downloads

Published

2026-02-07