Pelatihan Pembuatan Konten Media Sosial Bagi Pemuda Putus Sekolah di Kelurahan Bulurokeng Makassar

Authors

  • M. Djazman A. S. Author
  • H. Suardi Author
  • Hawa A. Author
  • Syahrir N. Author
  • Ferawarty S. Author
  • A. Adlin Author
  • Haeruddin Author

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada era digital saat ini telah membawa perubahan yang sangat signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan. Salah satu fenomena yang paling menonjol adalah meningkatnya peran media sosial sebagai sarana komunikasi, promosi, dan pengembangan diri. Platform seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook telah menjadi ruang kreatif yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berkarya, berinteraksi, dan memperoleh penghasilan. Namun, tidak semua lapisan masyarakat memiliki kesempatan dan kemampuan yang sama untuk memanfaatkan media sosial secara produktif. Salah satu kelompok yang sering tertinggal dalam perkembangan teknologi digital adalah pemuda putus sekolah Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: Memberikan pengetahuan dasar tentang pemanfaatan media sosial secara positif dan produktif, Meningkatkan keterampilan teknis dalam editing video, desain visual, dan strategi publikasi di platform digital, Menumbuhkan semangat kewirausahaan digital (digital entrepreneurship) di kalangan pemuda putus sekolah di kelurahan Bulurokeng serta Memberikan alternatif kegiatan produktif yang dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi beberapa tahapan sebagai berikut: Observasi dan kordinasi, Sosialisasi dan Rekrutmen Peserta, Pelaksanaan Pelatihan serta pendampingan pasca pelatihan. Hasil Pelatihan : seluruh  peserta mengikuti kegiatan secara aktif sampai selesai, Terdapat peningkatan pemahaman peserta tentang pembuatan konten digital (dilihat dari pre-test dan post-test sederhana), setiap kelompok mampu membuat minimal satu konten video pendek dan poster  yang layak unggah di media sosial, seluruh peserta menunjukkan minat untuk terus membuat konten setelah pelatihan, terbentuk komunitas kecil kreator muda di Kelurahan Bulurokeng  dengan tim pelaksana pengabdian melalui grup WA

Kata Kunci: pelatihan; konten media sosial; pemuda putus sekolah; bulurokeng.

 

Abstract: The development of information and communication technology in the current digital era has brought significant changes to various aspects of life, including the social, economic, and educational sectors. One of the most prominent phenomena is the increasing role of social media as a means of communication, promotion, and self-development. Platforms such as Instagram, TikTok, YouTube, and Facebook have become creative spaces that can be utilized by the public, especially the younger generation, to create, interact, and earn income. However, not all levels of society have the same opportunities and abilities to utilize social media productively. One group often left behind in the development of digital technology is school dropouts. The objectives of this community service activity are: Providing basic knowledge about the positive and productive use of social media, Improving technical skills in video editing, visual design, and publication strategies on digital platforms, Fostering a spirit of digital entrepreneurship among school dropouts in Bulurokeng Village, and Providing alternative productive activities that can reduce unemployment and increase economic independence. The implementation method of the activity includes several stages as follows: Observation and coordination, Socialization and Participant Recruitment, Training Implementation, and post-training mentoring. Training Results: All participants actively participated in the training until completion. There was an increase in participants' understanding of digital content creation (as seen from simple pre- and post-tests). Each group was able to create at least one short video and poster suitable for social media uploads. All participants expressed interest in continuing to create content after the training. A small community of young creators was formed in Bulurokeng Village, supported by the community service implementation team, through a WhatsApp group.

 

Keywords: training; social media content; out-of-school youth; Bulurokeng

Downloads

Published

2026-02-07