Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi Beras Analog Berbahan Lokal Garut Kacang Hijau Sumber Karbohidrat Alternatif

Authors

  • Lina Mufidah Author
  • Niken Oktaviani Author
  • Yayang Ade Suprana Author
  • Nabilla Rida Tri Nisa Author

Abstract

Abstrak: Wilayah Srengseng Sawah RT 01 terdiri dari sekitar 85 Kepala Keluarga dengan mayoritas penduduk berstatus ekonomi menengah kebawah. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan Ketua RT menyatakan 80% masih mengkonsumsi nasi putih, dari beberapa orang pernah mendengar istilah beras analog sebanyak 12% orang sebagai sumber alternative pengganti nasi sumber karbohidrat. Program ini bertujuan dalam peningkatkan kesadaran gizi dan kesehatan melalui pemahaman tentang karbohidrat non-beras, mendorong adopsi beras analog berbasis garut dan kacang hijau sebagai alternatif sehat, memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan agar dapat mandiri dalam memilih dan mengolah bahan pangan yang lebih bergizi. Metode pelaksanaan program menggunakan edukatif partisipatif berbasis komunitas. Pelaksanaan terdiri dari sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, evaluasi pelaksanaan. Tahap sosialisasi dilakukan dengan metode ceramah serta memberikan langsung produk beras analog dalam bentuk mentah maupun matang. Pelatihan dilakukan dengan memberikan topik kepada peserta cara membuat sushi dengan beras analog serta memberikan edukasi cara memasak beras analog. Penerapan teknologi dilakukan dengan menjelaskan pembuatan beras analog serta memberikan edukasi melalui video. Evaluasi menggunakan G-form telah dicapai peningkatan dari 66,7% menjadi 83,3% tercapai dengan hasil penerimaan berdasarkan visual, aroma, tekstur, cita rasa sebagian besar suka pada produk beras analog mentah sedangkan setelah pelatihan didapatkan visual aroma, tekstur, cita rasa sebagian besar suka pada produk beras analog matang disajikan menjadi sushi.

Kata Kunci: Beras Analog; Edukasi; Garut; Kacang Hijau; Pemberdayaan Masyarakat.

Abstract:  The Srengseng Sawah RT 01 area consists of approximately 85 households, with the majority of residents belonging to the lower-middle economic group. Based on observations and interviews with the head of the neighborhood unit (RT), it was found that 80% of residents still consume white rice, while only about 12% have ever heard of the term analog rice as an alternative carbohydrate source. This program aims to raise nutritional and health awareness through an understanding of non-rice carbohydrate sources, encourage the adoption of analog rice made from arrowroot and mung beans as a healthier alternative, and empower the community sustainably to be independent in choosing and processing more nutritious food ingredients.The implementation method of the program uses a participatory, community-based educational approach. The activities include socialization, training, technology application, and evaluation. Socialization is carried out through lectures and by directly providing analog rice products in both raw and cooked forms. Training involves teaching participants how to make sushi using analog rice and providing education on how to properly cook analog rice. Technology application is conducted by demonstrating the process of producing analog rice and providing educational videos. Evaluation is conducted using Google Forms, which showed an increase in acceptance from 66.7% to 83.3%. The results indicated that, based on visual appearance, aroma, texture, and taste, most participants preferred raw analog rice products at first. However, after training, the majority showed greater preference for cooked analog rice products when served as sushi.

Keywords: Analog Rice; Arrowroot; Community Empowerment; Education; Mung Beans.

Downloads

Published

2026-02-07