Pendampingan Masyarakat Berbasis Seni Budaya Binaan Sanggar Buaya Putih Di Desa Kadubereum Dengan Penguatan Promosi Secara Digital Serta Edukasi Pemanfaatan Media sosial
Abstract
Abstrak: Sanggar Buaya Putih menghadapi permasalahan signifikan yang menghambat perkembangannya. Permasalahan utama yang diidentifikasi meliputi keterbatasan dalam promosi dan publikasi, yang menyebabkan rendahnya visibilitas sanggar di tingkat lokal maupun nasional. Selain itu, terdapat kekurangan pemanfaatan media sosial dan platform digital untuk menyebarluaskan konten budaya, serta masih terbatasnya keterampilan manajerial dan kapasitas produksi konten digital di kalangan anggota. Sebagai solusi, program ini dirancang untuk memberikan pendampingan intensif dengan penguatan promosi secara digital serta edukasi pemanfaatan media sosial. Kegiatan ini akan diimplementasikan melalui beberapa tahapan sistematis yang mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi berkelanjutan. Solusi yang ditawarkan terbagi menjadi dua aspek utama: sosial budaya dan ekonomi kreatif. Pada aspek sosial budaya, program akan fokus pada digitalisasi konten melalui dokumentasi pertunjukan, pembuatan video edukatif, dan peningkatan literasi budaya. Sementara itu, pada aspek ekonomi kreatif, akan dilaksanakan pelatihan pembuatan konten promosi, pengembangan identitas visual dan brand sanggar, serta penguatan manajemen usaha berbasis jasa pertunjukan. Inovasi teknologi yang akan diterapkan adalah Digital Content Promotion and Social Media Management sebuah perangkat yang dirancang untuk memudahkan komunitas dalam membuat, menjadwalkan, dan mengelola konten promosi secara mandiri. Melalui pendekatan partisipatif ini, program diharapkan tidak hanya meningkatkan jangkauan promosi dan partisipasi generasi muda, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif baru. Tujuan akhirnya adalah mentransformasi Sanggar Buaya Putih menjadi entitas budaya yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya di Desa Kadubereum.
Kata Kunci: Penguatan Promosi, Media Sosial, Digital
Abstract : The White Crocodile Studio faces significant problems that hinder its development. The main problems identified include limitations in promotion and publication, which leads to low visibility of studios at the local and national levels. In addition, there is a lack of use of social media and digital platforms to disseminate cultural content, as well as limited managerial skills and digital content production capacity among members. As a solution, this program is designed to provide intensive assistance by strengthening digital promotion and education on the use of social media. This activity will be implemented through several systematic stages which include socialization, training, technology application, mentoring, and continuous evaluation. The solutions offered are divided into two main aspects: socio-cultural and creative economy. In the socio-cultural aspect, the program will focus on digitizing content through performance documentation, educational video creation, and cultural literacy improvement. Meanwhile, in the aspect of the creative economy, training will be carried out on creating promotional content, developing visual identity and studio brands, and strengthening performance service-based business management. The technological innovation that will be implemented is Digital Content Promotion and Social Media Management , a tool designed to make it easier for communities to create, schedule, and manage promotional content independently. Through this participatory approach, the program is expected to not only increase the reach of promotion and participation of the younger generation, but also open up new creative economy opportunities. The ultimate goal is to transform the White Crocodile Studio into an independent, competitive, and capable cultural entity that is able to become a driving force for the culture-based creative economy in Kadubereum Village.
Keywords: Strengthening Promotions, Social Media, Digital